Tampilkan postingan dengan label quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label quote. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Agustus 2017

Rabu, 19 Juli 2017

"If We Believe In Something Strongly
Then It Will Conspire With Us"

Sabtu, 22 April 2017

Time Machine


Inspirasi itu bisa datang dari mana saja. Salah satunya tulisan ini yang datang dari instastory seorang foodblogger eatandtreats, Hand Danial. Beberapa hari belakangan ini Hans sering banget cerita dan sharing dengan followernya tentang apa saja dan aku lihat pembahasannya juga seru-seru. Lalu kemarin dia sharing dan lebih tepatnya tanya ke followernya :

Seandainya saat ini lo bisa balik ke masa lalu dan bertemu diri lo yang masih muda,
 hal apa yang ingin lo katakan ke diri lo?

Kalian pernah ga sih merasa menyesal dan berharap waktu bisa berputar kembali sehingga kamu bisa memperbaikinya? Menurutku apa yang Hans sampaikan ke dirinya ngena banget. Dari situ aku juga mulai berandai-andai bisa punya kekuatan seperti itu, mungkin kira-kira hal ini yang ingin aku sampaikan.

Dear, my younger version
Aku tahu saat ini kamu sedang merasa mengalami masa-masa pubertas dimana kamu merasa sensitif berat. Rasanya saat orang lain nyela sedikit kamu akan langsung down. 
Aku cuma mau bilang thank you dan salut banget kamu bisa bertahan dimasa-masa itu, karena mungkin aku ga akan sekuat sekarang dan ga bisa belajar banyak. Aku juga ga akan punya berbagai sudut pandang dan belajar cara memahami orang lain. Yang pasti juga akau ga akan tertarik dengan dunia psikologi

Jangan pernah takut untuk menyuarakan apa yang ada di kepalamu dan jangan mudah terintimidasi

Jangan pernah nyesal dan takut untuk TAKE A RISK. Aku tahu kamu takut. Takut gagal, takut dicela, takut ga siap, takut sendirian. Because you know what? The risk will worth pay 

Jangan overthink dan sesekali kamu harus bisa melihat prinsip "semua akan indah pada waktunya"

Jangan pernah insecure saat teman-teman sudah diterima di uni lebih dulu karena Allah sudah mempersiapkan tempat belajar seperti yang kamu impikan sekarang. Meskipun harus melewati beberapa rintangan, semua itu supaya kamu menghargai setiap perjuangan yang kamu lalui. Fokus akan impian kamu

Jangan pernah nyesal bahwa selama 4 tahun kamu kuliah naik kendaraan umum dan nebeng. Biarin aja orang-orang ga penting mengolok-ngolok kamu. Jika saat itu kamu merengek-rengek minta kendaraan pribadi, kamu ga akan bisa melihat pemandangan yang biasa kamu temui saat naik angkot, ketemu dengan berbagai tipe orang, dan belajar memanage waktu. Mungkin juga kamu ga akan bisa menikmati waktu menyetir sendirian meskipun sedang macet-macetnya, senangnya karaokean di dalam mobil, atau hanya sekadar nganterin dan nebengin orang-orang yang dulu sempat kamu repotkan kemana-mana. Dan yang paling penting, kamu ga akan punya cerita yang bisa kamu bagikan ke anak cucumu nanti tentang perjuanganmu saat kuliah. 

Jangan pernah nyesal untuk mengejar apa yang kamu sukai hanya karena teman-temanmu beda minat. Karena aku bisa jamin kamu ga akan punya kesempatan mengenal orang-orang baru yang punya minat yang sama dengan kamu. Jangan pernah takut untuk coba sesuatu yang baru dan ikuti kata hati.


Selasa, 18 April 2017

Pencitraan Itu Penting!


Jadi lah diri sendiri, jangan berpura-pura jadi orang lain

Be yourself

Aku yakin pasti banyak orang yang sudah dengar quote ini. Ngaku kan kalau kalimat pasti pernah baca di berbagai media sosial atau keluar dari mulut orang-orang. Jujur aku sendiri kurang setuju dengan konsep be yourself sejak zaman kuliah hehe... aneh sih tapi coba deh dipikir secara logika.

Buat orang-orang yang innocent dan polos, konsep be yourself sendiri bisa jadi boomerang buat mereka kalau ditangkap secara mentah. Wah bisa dibayangkan ga tuh kalo pemikiran be yourself itu dijadikan prinsip utama dihidup seseorang. Kayaknya aku bakal sapa dosen pembimbing, "Hai sob. Apakabar?" atau saat wawancara kerja bakal bilang, "ya.. saya butuh duit makanya kerja". Intinya orang bisa jadi bebas dan seenaknya mengeluarkan apapun yang kita pikirkan. Dan apa orang lain siap menerima diri kita apa adanya? 

"Wah kalo ga jadi diri sendiri tuh kayak pakai topeng. Pencitraan!"

Setuju ga setuju memang kita selalu membuat pencitraan kok. Aku pernah dengar dari Eno Bening yang bilang, "Pencitraan itu adalah satu-satunya yang bisa kita lakukan terhadap diri kita ke orang lain. Lo ga bisa kasih apa adanya elo ke orang lain. Lo pasti membuat, lo pasti create image lo ke orang lain dan apa yang lo create image itu belum tentu sama sama apa yang orang konsepin dapet ke otaknya." And I couldn't agree more.

Kalo kita ga peduli dengan pencitraan ga mungkin kita ngelamar kerja pakai baju rapi, pakai kemeja atau kita mau ketemu klien dengan baju compang-camping. So yes pencitraan itu memang perlu. Coba kalau kita keras kepala ingin selalu jadi diri sendiri kayaknya cara bicara kita ke orangtua, pacar, teman, guru, dosen, orang yang lebih tua akan sama. Tapi nyatanya? engga.. Bahkan beberapa ada yang cerita ke aku dan aku pernah ngalamin sendiri, kalau kadang cara berpakaian kita juga mempengaruhi cara orang lain memperlakukan kita. Kalian pernah ngelamin juga ga? Jahat sih, tapi begitulah kenyataannya.

Tapi tentunya hal-hal di atas cuma pendapat pribadiku aja mengenai sulitnya "just be yourself".

Thank you for stop by


xoxo
Ayu

Kamis, 14 Februari 2013

Kalau ga ada yg nyariin buat apa saling mencari. Lebih baik jalan sendiri karena begitulah seharusnya di masa depan.

Sabtu, 02 Februari 2013

You should date a girl who reads.

Pas buka goodreads nemu quote yang di post kan oleh progesti. Aku suka banget sama quote ini
"You should date a girl who reads.
Date a girl who reads. Date a girl who spends her money on books instead of clothes, who has problems with closet space because she has too many books. Date a girl who has a list of books she wants to read, who has had a library card since she was twelve.
Find a girl who reads. You’ll know that she does because she will always have an unread book in her bag. She’s the one lovingly looking over the shelves in the bookstore, the one who quietly cries out when she has found the book she wants. You see that weird chick sniffing the pages of an old book in a secondhand book shop? That’s the reader. They can never resist smelling the pages, especially when they are yellow and worn.
She’s the girl reading while waiting in that coffee shop down the street. If you take a peek at her mug, the non-dairy creamer is floating on top because she’s kind of engrossed already. Lost in a world of the author’s making. Sit down. She might give you a glare, as most girls who read do not like to be interrupted. Ask her if she likes the book.
Buy her another cup of coffee.
Let her know what you really think of Murakami. See if she got through the first chapter of Fellowship. Understand that if she says she understood James Joyce’s Ulysses she’s just saying that to sound intelligent. Ask her if she loves Alice or she would like to be Alice.
It’s easy to date a girl who reads. Give her books for her birthday, for Christmas, for anniversaries. Give her the gift of words, in poetry and in song. Give her Neruda, Pound, Sexton, Cummings. Let her know that you understand that words are love. Understand that she knows the difference between books and reality but by god, she’s going to try to make her life a little like her favorite book. It will never be your fault if she does.
She has to give it a shot somehow.
Lie to her. If she understands syntax, she will understand your need to lie. Behind words are other things: motivation, value, nuance, dialogue. It will not be the end of the world.
Fail her. Because a girl who reads knows that failure always leads up to the climax. Because girls who read understand that all things must come to end, but that you can always write a sequel. That you can begin again and again and still be the hero. That life is meant to have a villain or two.
Why be frightened of everything that you are not? Girls who read understand that people, like characters, develop. Except in the Twilight series.
If you find a girl who reads, keep her close. When you find her up at 2 AM clutching a book to her chest and weeping, make her a cup of tea and hold her. You may lose her for a couple of hours but she will always come back to you. She’ll talk as if the characters in the book are real, because for a while, they always are.
You will propose on a hot air balloon. Or during a rock concert. Or very casually next time she’s sick. Over Skype.
You will smile so hard you will wonder why your heart hasn’t burst and bled out all over your chest yet. You will write the story of your lives, have kids with strange names and even stranger tastes. She will introduce your children to the Cat in the Hat and Aslan, maybe in the same day. You will walk the winters of your old age together and she will recite Keats under her breath while you shake the snow off your boots.
Date a girl who reads because you deserve it. You deserve a girl who can give you the most colorful life imaginable. If you can only give her monotony, and stale hours and half-baked proposals, then you’re better off alone. If you want the world and the worlds beyond it, date a girl who reads.
Or better yet, date a girl who writes." — Rosemarie Urquico

Rabu, 07 Maret 2012


All i can say : lonely is suck and being ignored was such a painful